Ini Dia Preman Terkenal di Indonesia

Preman sering dianggap sebagai orang-orang yang bertindak anarkis dan melawan aturan yang berlaku. Mirip dengan sebuah organisasi, para preman juga memiliki struktur sendiri. Struktur organisasi ini menentukan posisi dan kelas mereka dalam komunitas sesama preman. Beberapa preman di kelas bawah hobi memalak.  Beberapa juga berada di kelas atas sehingga untuk bertemu sulit dan banyak penjaga yang siap melayani kapan saja. Di Indonesia sendiri ada beberapa kelas preman sangat diakui dan ditakuti.
 
1. Sahara Oloan Pangabean
 
satu orang ini berasal dari Tapanuli, Sumatera Selatan dan merupakan salah satu preman kelas atas. Meskipun wajahnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang preman ditakuti, pada kenyataannya Olo (panggilan akrabnya) yang preman bahkan bertemu saja harus melewati penjaga berlapis. Selain itu, ia juga tidak ingin bertemu dengan wartawan karena mereka tidak ingin diekspos oleh media. bisnis yang dijalankan adalah deb kolektor dan perjudian. Meskipun dikenal sebagai preman, Olo dikabarkan sering membantu orang-orang lokal. Baik dalam pendidikan, kedokteran, untuk modal ventura. Olo menghembuskan nafas terakhir pada tahun 2009.
 
2. John Refra alias John Kei Kei
 
John Kei adalah pria yang berasal dari Maluku Utara dan menjalankan bisnis sebagai debt collector di Jakarta. Menurut cerita, John Kei dan anak buahnya meminta komisi 15 sampai 80 persen dari setiap pekerjaan yang dilakukannya penagihan utang. Namanya mulai mencuat ketika Basri Sangaji yang tidak lain adalah pesaing bisnisnya ditemukan terbunuh pada tahun 2004. John Kei juga dilaporkan terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan dan kerusuhan.
 
3. Hercules
 
Hercules adalah preman yang memiliki reputasi dan ditakuti di Tanah Abang. Meskipun tidak sebesar figur Hercules dalam mitologi Yunani, tetapi ia telah berulang kali lolos dari kematian yang hampir menjemputnya. tangan kanannya putus dan digantikan dengan tangan palsu. Bola mata kanannya harus dihapus dan diganti dengan bola mata buatan karena tembakan dari lawannya. Ia tidak pernah di ICU dengan 16 luka tusukan dan selamat. isu yang beredar mengatakan bahwa ia memiliki ilmu kebal yang diperoleh dari Baduy Dalam.
 
4. Sembilan Naga
 
Sembilan naga adalah kelompok mafia paling ditakuti di Indonesia. Ia memiliki jaringan yang telah menyebar ke berbagai daerah. Upeti diperoleh dari berbagai pihak juga telah membuat kelompok menjadi lebih kuat. Sembilan naga juga telah sekitar waktu yang lama sejak zaman penjajahan Belanda. Pendapatan bulanan yang tidak jutaan tapi millyaran jika di rupiahkan. Bisnis yang mereka jalani adalah kelas perjudian atas dilakukan di tempat mewah seperti sebuah kapal pesiar.
 
5. Johnny Indo
 
Nama Johnny Indo mulai naik ketika ia dan kawanannya melakukan perampokan bank di siang bolong. Selama tindakan dia pantang untuk melukai korbannya. Ia tertangkap ketika salah satu anggotanya sembarangan menjual barang jarahan. Johnny Indo dan kawanan ditangkap dan dijebloskan ke penjara Nusa Kambangan. Tapi penjara tidak menghentikan aksi dan ia dan tujuh kaki berhasil melarikan diri dari penjara. Tapi dia diserahkan kembali ke polisi karena mereka tidak bisa hidup tanpa makan selama berhari-hari. Ketika ia pergi ke penjara untuk kedua kalinya, ia memutuskan untuk bertobat dan mempelajari ilmu agama.
 
6. Anton Medan
 
Dia adalah keturunan Tionghoa yang lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada tahun 1957. Ia memiliki nama asli Hiok Liang Tan. Sebelum insyaf dan mengkonversi, Anton Medan adalah bandar judi perampok dan ikan besar setan. Dia bahkan sering disangkut pautkan dengan tragedi Mei 1998 Bahkan pada tahun 1992, Anton Medan sudah bertobat dan mendirikan Jami Hok Tan Liang di Cibinong.
 
7. Dicky Ambon
 
Nama Dicky Ambon itu mencuat sebagai tersangka di balik kematian seorang anggota militer yang dipukuli di Hugos Cafe, Sleman, Yogyakarta. Oleh karena itu ia pergi ke penjara untuk terakhir kalinya. Dicky ditemukan tewas bersama dengan komplotannya di penjara. Dia dilaporkan diserang oleh sekelompok senapan tercatat misterius dan membombardir mereka dengan peluru. Sebelum memasuki penjara saat ini, Dicky Ambon adalah narapidana yang sering keluar masuk dari penjara. kasus Menyangkutnya juga bervariasi mulai dari perampokan, pemerkosaan, dan pembunuhan.
 
Tidak hanya Jepang yang memiliki yakuza, dan Amerika Latin yang memiliki mafia. Indonesia pun tak kalah dari mereka memiliki beberapa preman profil tinggi memang mengganggu Keamanan.